Krisis Harimau

harimau-_130620231800-627
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Oleh Heka Hertanto*

Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day) merupakan salah satu hari peringatan lingkungan tingkat dunia sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap usaha konservasi harimau.

Hari Harimau Sedunia digagas pertama pada International Tiger Meeting di St. Petersburg, Rusia, November 2010. Dalam pertemuan tersebut disepakati Global Tiger Recovery Program atau biasa disebut GTRP, yang merupakan dokumen berisi upaya bersama untuk menyelamatkan populasi harimau dari kepunahan. Pada pertemuan tersebut juga disepakati bahwa pada tanggal 29 juli adalah tanggal peringatan Global Tiger Day atau Hari Harimau Sedunia yang akan diperingati setiap tahunnya .

Penyelamatan harimau dari kepunahan menjadi sangat penting. Diperkirakan populasi populasi harimau sedunia hanya tersisa 3.000 – 4.000 ekor di alam liar. Jauh menurun dari populasi di awal abad 20, di mana mencapai 100.000 ekor. Penurunan populasi ini karena perburuan besar-besaran serta hilangnya 93 persen hutan sebagai tempat hidup harimau. Kedua ancaman ini masih terus berlangsung mengingat seluruh bagian dari tubuh harimau masih menjadi koleksi yang sangat diincar di pasar gelap.

Kondisi tersebut tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Indonesia. Bahkan dari tiga subspesies harimau yang semula dipunyai Indonesia, kini tinggal harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dengan populasi sekitar 600 ekor di alam liar. Saat ini konservasi harimau sumatera yang cukup berhasil mengembangkan populasi “datuk” – sebutan warga Sumatera Barat kepada harimau – berada di TWNC di Lampung Barat. Sedangkan kedua subspesies lainnya, yakni harimau bali (Panthera tigris Balica) telah dinyatakan punah sekitar tahun 1937 dan harimau jawa (Panthera Tigris Sondaica) punah sekitar tahun 1972.

Asal usul Harimau

Harimau dipercaya merupakan keturunan hewan pemangsa zaman purba yang dikenal sebagai Miacids. Miacids hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun yang lalu semasa zaman dinosaurus di Asia Barat (Andrew Kitchener, “The Natural History of Wild Cats”).

Harimau kemudian berkembang di kawasan timur Asia di China dan Siberia sebelum berpecah dua, salah satunya bergerak ke arah hutan Asia Tengah di barat dan barat daya menjadi harimau Caspian. Sebagian lagi bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia, sebagiannya lagi terus bergerak ke barat hingga ke India (Hemmer,1987).

Harimau sumatera dipercaya terasing ketika permukaan air laut meningkat pada 6.000 hingga 12.000 tahun silam. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mempunyai ciri-ciri yang berbeda dengan subspisies harimau lainnya dan sangat mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil diselamatkan .

Paling tidak hingga kini tercatat 9 subspesies harimau dan tiga di antaranya telah punah. Yaitu harimau indochina (Panthera tigris corbetti) terdapat di Malaysia, Kamboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam. Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal. Harimau Cina Selatan (Panthera tigris amoyensis) China, Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) dikenal juga sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria.

Terdapat di China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Rusia. Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) terdapat hanya di pulau Sumatera, Indonesia. Harimau Malaya (Panthera tigris jacksoni) terdapat di semenanjung Malaysia. Harimau Bali (Panthera tigris balica) yang telah punah sekitar tahun 1937.

Harimau Bali terdapat di pulau Bali, Indonesia. Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) telah punah sekitar tahun 1950an. Harimau Caspian ini terdapat di Afghanistan, Iran, Mongolia, Turki, dan Rusia. Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) telah punah sekitar tahun 1972. Harimau Jawa terdapat di pulau Jawa, Indonesia.

Peringatan Hari Harimau Sedunia sebagai upaya menyampaikan pesan kepada masyarakat seluruh dunia akan pentingnya menyelamatkan , melindungi dan melestarikan harimau dari kepunahan.

Indonesia sebagai salah satu negara tempat habitat tiga sub spesies Harimau di mana saat ini tinggal Harimau Sumatera sudah sepatutnya untuk lebih berupaya keras dalam penyelamatan Harimau Sumatera khususnya sebagai contoh apa yang dilakukan di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) dengan mempersiapkan Tiger Rescue adalah suatu hal yang perlu didukung bagi penyelamatan Harimau Sumatera serta merawat dan melepaskliarkan harimau kea lam liar.

Agar harimau semakin membumi, dan mungkin diusulkan Hari Harimau sebagai upaya yang bersungguh-sungguh menyelamatkan Harimau Sumatera. Ingat, Indonesia kini hanya punya special hariamu sumatera. Sedangkan harimau bali dan harimau jawa sudah musnah sejak puluhan tahun lalu karena pemburuan liar dan habitatnya semakin terjepit.

Selamat Hari Harimau Dunia! Selamatkan dan lindungi harimau dari kepusnahan.

* Penulis adalah Ketua Pelaksana Harian Artha Graha Peduli
Sumber

“Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur”

“Kepedulian Kami adalah panggilan sebagai anak bangsa Indonesia untuk berbuat terhadap sesama yang tertimpa musibah”