Natural Disaster Mitigation Information System
Using Remote Sensing Data
( SIMBA - LAPAN )
EARLY WARNING BULLETIN
 

   

BMKG: Hawa Panas di Jakarta Akibat Transisi ke Musim Kemarau
NO TRANSLATION AVAILABLE

Jika Anda menetap di Jabodetabek, pasti Anda punya keluhan yang sama: duh, hawa panas sekali belakangan ini. Hawa yang membuat keringatan itu dikarenakan bulan April merupakan masa transisi dari musim hujan ke kemarau (pancaroba).

"Ini bulan April, bulan transisi dari musim dingin/hujan ke musim kemarau. Jadi biasanya suhu begitu terasa di badan/tubuh," kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hari Tirto, Selasa (27/4/2010).

Menurut Hari, suhu panas yang terasa di tubuh karena kita selama beberapa bulan ini kita mengalami musim hujan. Maka, ketika musim kemarau tiba, kenaikan suhu sangat terasa.

"Kalau diukur sekitar Jabodetabek kisaran 33 sampai dengan 35 derajat tinggi suhunya. Jadi tidak benar ada kenaikan suhu signifikan," jelas Hari.

Hari menjelaskan, fenomena pergantian musim memang selalu ditandai dari perubahan suhu yang terasa di tubuh. Transisi dari musim dingin/hujan ke musim panas menyebabkan tubuh melakukan adaptasi terhadap perubahan suhu.

"Di wilayah Jabodetabek utara saat ini sudah masuk awal musim kemarau. Kalau di bagian selatan masih nanti bulan Mei. Kecuali Bogor, karena Bogor tidak masuk daerah prakiraan musim. Bogor itu karakteristik perbedeaan musim kemarau dan hujan tidak jelas," imbuhnya.