FPM Bali Perangi 1,3 Ton Sampah di Teluk Benoa, Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

Forum-Peduli-Mangrove-FPM-Bali-bertepatan-dengan-Hari-Peduli-Sampah-Nasional-membersihkan-Kawasan-Mangrove-Teluk-BenoaForumPeduli Mangrove (FPM) Bali bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional membersihkan Kawasan Mangrove Teluk Benoa, Minggu (21/2).


TANJUNG BENOA, POS BALI – Sekitar 200 Relawan Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional turun membersihkan sampah di Kawasan Mangrove Teluk Benoa, Minggu (21/2).Aksi sosial dengan tagline Perangi Sampah di Kawasan Mangrove ini sebagai partisipasi dan bentuk kepedulian dari Forum Peduli Mangrove Bali, TWBI dan Bank Arta Graha.

Ketua Harian FPM Bali, Steve Simolang menegaskan kegiatan bersih-bersih sampah dari Group Artha Graha Peduli ini, karena jika dibiarkan lama-kelamaan sampah akan datang terus menumpuk di Kawasan Mangrove. Selain itu, juga ingin mendidik karyawan untuk ikut sadar memerangi sampah di Kawasan Teluk Benoa. Sekarang pembersihan sampah ada di sisi dalam Kawasan Mangrove. Kita temukan ada kasur dan sampah macammacam kondisinya sangat parah. Padahal dilihat dari luar sangat indah namun didalamnya rusak parah. Kita perlu mengedukasi masyarakat agar mangrove tidak tertutup sampah, ujarnya.

Menurut untuk Kawasan Mangrove seluas 1 hektar saja bisa mengumpulkan sekitar 1,3 ton sampah yang kemudian dipilah dari sampah organik dan non organik. Seperti saat pembersihan sampah sebelumnya dikelola FPM Bali yang bekerjasama dengan perusahaan sampah. Saat ini mudah-mudahan bisa membersihkan daerah mangrove semampunya. Namun dari FPM sudah setiap hari monitoring dan sampah terus dibersihkan yang kerjasama dengan masyarakat desa adat setempat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.Tapi saya juga bingung sampah plastik ini datangnya dari mana sampai sedimentasinya sampai seperti itu. Jadinya seperti sampah yang menumpuk di Kawasan Mangrove Teluk Benoa sebagai tempat pembuangan sampah, tegasnya.

Senior Artha Graha Peduli yang juga Founder atau Pendiri FPM Bali, Heru B. Wasesa mengaku aksi bersih sampah di Kawasan Mangrove ini, sebagai rangkaian kegiatan sebelumnya. Namun pihaknya sudah setiap hari membersihkan sampah yang tergabung seluruh Unit Artha Graha Peduli yang mengajak melakukan bersih-bersih di wilayah masih-masing. Kita menghimbau inilah yang dilakukan dan menjadi kegiatan wajib sehari-hari yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Namun masalah sampah dari hulu ke hilir agar diselesaikan pemerintah dan jangan diselesaikan secara temporary sesuai program Presiden Jokowi agar tahun depan Indonesia Bebas Sampah seperti di Suwung yang terus menumpuk sampahnya dan harus ditanggulangi, tandasnya.

Lewat aksi perjuangan ini diharapkan Kawasan Teluk Benoa sebagai Kawasan Mangrove agar tidak beralih fungsi. Karena pohon mangrove sebagai benteng terdepan kehidupan masyarakat di pesisir. Pemerintah pusat juga harus mempunyai program untuk melawan masalah sampah ini. Hari Sampah ini menjadi permasalahan bersama, tidak saja pemerintah, namun seluruh masyarakat harus berbuat nyata menanggulangi sampah. Oleh karena itu, Artha Graha Peduli dari Sabang sampai Merauke secara serentak bekerjasama pemerintah setempat bergerak melaksanakan peduli lingkungan dengan membersihkan sampah secara serentak, katanya.

Menurut Heru, persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu ke hilir dengan cara dengan duduk bersama untuk mencari solusi sekaligus mengontrol kinerjanya secara bersama. Karena kepentingan ke depan untuk melestarikan kehidupan dan masalah sampah harus diselesaikan. Hal yang sama disampaikan Tokoh Warga Teluk Benoa, I Wayan Dharma yang melihat tiap hari sampah yang ada hulu-hulu sungai sehingga ikut terketuk hatinya menyumbangkan tenaga untuk membersihkan sampah. Bisa dilihat sampah berdatangan di Teluk Benoa seperti sampah plastik dan sisa-sisa sampah keluarga. Namun yang paling berat sampah sisa-sisa bangunan. Keinginan kami bagaimana menciptakan kebersihan di pinggir pantai, imbuhnya.

Disamping itu, karena kebetulan Hari Sampah Nasional juga sengaja ikut datang membersihkan sampah di Hutan Mangrove dan selaku warga ikut bergabung membersihkan sampah. Kami Forum Peduli Mangrove belum maksimal mengedukasi masyarakat, karena kita fokus pertama kali membersihkan, menumbuhkan dan memelihara mangrove. Tapi kedepannya akan dilakukan edukasi kepada masyarakat. Karena mangrove penghasil oksigen terbesar, apalagi kita hanya memiliki hutan mangrove saja di Teluk Benoa, tandasnya. nan

Sumber

“Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur”

“Kepedulian Kami adalah panggilan sebagai anak bangsa Indonesia untuk berbuat terhadap sesama yang tertimpa musibah”