AGP Bersama Warga Ulim Cor Masjid Al–Kautsar

73011164367-maret_01_masjid_corPIDIE JAYA (netralitas.com) – Ratusan warga kemukiman Nanggroe Timu Kecamatan Ulim, Pidie Jaya, Aceh melakukan cor lantai 2 Masjid Al-Kautsar pada Rabu, 1 Maret mendatang. Cor ini dilakukan secara gotong-royong non stop selama 18 jam yang melibatkan seluruh warga dari mukim Nanggroe Timu.

“Warga sangat antusias dan bersemangat untuk membangun kembali masjid yang rusak pasca gempa Pidie Jaya pada 7 Desember 2016. Antusias warga Ulim terbukti nyata ketika warga menanyakan,  kapan bisa menggunakan Masjid ini.  Harapannya, sebelum bulan Puasa masyarakat sudah dapat menggunakan sebagai tempat beribadah,” ungkap Pengurus Senior Artha Graha Peduli Teuku Asikin, Rabu (1/3).

Teuku Asikin menuturkan pada awal mulanya  masjid  ini  dibangun dengan segenggam beras oleh warga setempat  sudah selesai sekitar 80 persen. Namun gempa tektonik berkekuatan 6,5 SR menyebabkan struktur bangunan masjid retak dan berbahaya jika tidak dibongkar. Maka berdasarkan penelitian dan dukungan serta izin warga, Artha Graha Peduli membongkar  dan membangun kembali masjid Al – Kautsar ini.

Menurut Teuku Asikin, Artha Graha Peduli sangat menghargai kegigihan warga membangun masjid dari segenggam beras yang dikumpulkan setiap Jumat, Aksi ini membuat pintu hati Artha Graha Peduli tergerak untuk bersama–sama membangun kembali masjid yang berada di sisi Jalan Banda Aceh-Medan Km. 164.

“Tim Teknisi Artha Graha Peduli membangun kembali masjid kebanggaan warga Ulim  seperti rancangan semula dengan penyempurnaan di berbagai tempat. Misalnya,  posisi kiblat kami ukur lagi sehingga bak wudhu harus menyesuaikan arah kiblat,” ujar Teuku Asikin.

“Pengecoran  lantai 2 masjid Al -Kautsar ini merupakan  lanjutan dari pembangunan cor pondasi yang telah dilakukan pada 16 Januari lalu. Batu pertama pembangunan masjid ini dilakukan oleh tujuh tokoh setempat yakni Abi Syarifuddin Jalil (Abi Bidok),  Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, muspida, hingga tokoh pemuda.  Masjid seluas 20 x 24 meter ini diperkirakan selesai pada akhir Mei mendatang dengan daya tampung 500 jamaah,” pungkas Teuku Asikin.

Sumber

“Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur”

“Kepedulian Kami adalah panggilan sebagai anak bangsa Indonesia untuk berbuat terhadap sesama yang tertimpa musibah”