AGP Berdayakan Warga Rehabilitasi Sungai Citarum

Pemberdayaan lewat bantuan KUR dengan melibatkan HIPMI

REPUBLIKA.CO.ID, KERTASARI — Sejak awal 2018, Artha Graha Peduli (AGP) Foundation mulai terlibat dalam upaya rehabilitasi Sungai Citarum di hulu sungai yaitu Situ Cisanti di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Salah satu programnya adalah dengan memberdayakan warga setempat yang terkena dampak perbaikan Sungai Citarum.

Vice KUR Bank Artha Graha Wilayah Jawa Barat, Ahmad Abdussalam mengungkapkan upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh Artha Graha sebagai komitmen perusahaan dan bagian dari pilar Artha Graha Peduli. Dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Artha Graha.

“Tahap awal, Bank Artha Graha menyalurkan KUR melalui pola bapak angkat. Saat ini yang kita gandeng sebagai bapak angkat untuk pemberdayaan warga di Cisanti yaitu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung,” ujarnya saat ditemui di stand Artha Graha Peduli pada acara pameran Citarum Harum, Kamis (22/2).

Menurutnya, secara teknis HIPMI akan mencari warga di Desa Tarumajaya yang potensial untuk memperoleh dana KUR. Kemudian, mereka akan direkomendasikan ke Bank Artha Graha untuk mendapatkan dana tersebut. “Sejak awal Februari yang mendapatkan KUR sebanyak 20 orang,” katanya.

Ia menuturkan, mereka yang mendapat KUR tinggal di hulu sungai Citarum. Katanya, pihaknya menyasar warga yang terkena dampak revitalisasi sungai Citarum terutama di sekitar wilayah Situ Cisanti.

“Mereka yang mendapat dana KUR adalah petani kentang, daun bawang dan lainnya,” ungkapnya. Ahmad menambahkan, di Desa Tarumajaya terdapat 14 ribu jiwa warga dengan total 1.200 Kepala Keluarga (KK). Pihaknya menargetkan di wilayah tersebut bisa menyalurkan KUR untuk 1.000 debitur.

Menurutnya, HIPMI yang berperan sebagai bapak angkat akan melakukan pendampingan kepada warga yang mendapat KUR. Baik pengawasan dan pembinaan selama tiga tahun. “Kita mendukung program Citarum dengan fokus memberikan dana KUR kepada warga yang terkena dampak revitalisasi. Mereka (yang terkena dampak) butuh alih usaha. Kita pikirkan usaha untuk mereka apa,” katanya.

“Orang Yang Berbahagia Bukanlah Orang Yang Hebat Dalam Segala Hal, Tapi Orang Yang Bisa Menemukan Hal Sederhana Dalam Hidupnya dan Mengucap Syukur”

“Kepedulian Kami adalah panggilan sebagai anak bangsa Indonesia untuk berbuat terhadap sesama yang tertimpa musibah”